VIDEO: Polri Selidiki Kivlan Zen, Tetapkan Eggi Sudjana Tersangka Makar, Ini Sosok Kedua Orang Itu

oleh

Uri.co.id – Polisi kini tengah menangani kasus dugaan makar yang melibatkan Kivlan Zen. Sebelumnya, Eggi Sudjana telah lebih dulu dilaporkan dan telah berstatus tersangka.

Penyidik Bareskrim Polri telah melayangkan surat panggilan untuk memeriksa Kivlan Zen pada Senin (13/5/2019) terkait kasus dugaan makar.

Selain kasus dugaan makar, Kivlan Zen juga akan diperiksa atas kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks.

Laporan itu teregistrasi dengan nomor LP/B/0442/V/2019/Bareskrim.

Perkara yang dilaporkan adalah tindak pidana penyebaran berita bohong (hoaks) UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 14 dan/atau Pasal 15 terhadap keamanan negara/makar UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 107 juncto Pasal 87 dan/atau Pasal 163 bis juncto Pasal 107. 

Namun Kivlan Zen mengaku  tak pernah melakukan perbuatan makar.

Bahkan ia melaporkan balik, Jalaludin yang pernah melaporkan ke Bareskrim Polri pada tanggal 7 Mei 2019 lalu. 

Kuasa hukum Kivlan Zen, Pitra Romadoni, saat mendatangi Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Sabtu (11/5/2019) menyampaikan, kehadirannya di Bareskrim untuk melaporkan balik pelapor, Jalaludin. “Kami laporkan balik,” kata Pitra.

Ia menjelaskan, bahwa Kivlan tidak pernah melakukan perbuatan makar.

“Karena klien kami Kivlan Zen tidak pernah melakukan makar seperti apa yang dituduhkan saudara Jalaludin dalam laporan polisinya,” tutur Pitra.

Kivlan melaporkan Jalaludin dengan dugaan pelanggaran pasal 220, pasal 310 KUHP, pasal 311 KUHP, pasal 27 ayat 3 UU ITE, pasal 28 ayat 2 UU ITE.

Menurut Pitra, unjuk rasa yang dilakukan oleh Kivlan Zen tidak mengandung unsur makar.

Pitra menyebut unjuk rasa yang dilakukan oleh Kivlan Zen diatur dalam undang-undang.

“Kenapa beliau ingin berpendapat ataupun protes tiba-tiba ada tuduhan makar seperti yang dilaporkan oleh para pelapor. Sehingga ini membuat tidak adil bagi klien kami, Kivlan Zen,” ujar Pitra.

Profil Kivlan Zen

Seperti dikutip dari wikipedia, Kivlan Zein merupakan tokoh militer di Indonesia.

Ia lahir di Langsa, Aceh 24 Desember 1946 atau saat ini tengah berusia 72 tahun.

Ia pernah memegang jabatan Kepala Staf Kostrad (Kas Kostrad) ABRI setelah mengemban lebih dari 20 jabatan yang berbeda.

Dalam 20 jabatannya tersebut sebagian besar ia berada di posisi komando tempur.

Kivlan Zein juga dikenal sebagai negosiator penting.

Pada 2016, Kivlan Zein juga turut serta membebaskan Warga Negara Indonesia (WNI) dari penyanderaan kelompok Abu Sayyaf di Filipina.

Mengutip dari Kompas.com, pada waktu itu, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menyebutkan jika keberhasilan pembebasan empat sandera WNI dibantu Mayor Kivlan Zen.

“Pak Kivlan Zen kan pernah bertugas di Filipina, misi perdamaian keamanan. Dia kenal dengan Nur Misuari,” ujar Ryamizard di Istana, Jakarta, saat dikutip news dari Kompas.com pada Kamis (9/5/2019) malam.

Nur Misuari adalah mantan petinggi MNLF.

Misuari dikenal dekat dengan Abu Sayyaf dan kelompoknya.

“Dia (Kivlan) enggak kenal (dengan Abu Sayyaf), tapi Nur dan Abu Sayyaf kan kenal,” ujar Ryamizard kala itu.

Dilansir Kompas.com, catatan karier Kivlan juga menyebutkan jika saat berpangkat kolonel (1990), Kivlan memimpin Kontingen Garuda XVII.

Pasukan itu kemudian berperan menjadi pengawas gencatan senjata antara MNLF dengan Pemerintah Filipina.

Saat itulah Kivlan dekat dengan Misuari.

Melalui Misuari pun Kivlan bernegosiasi dengan Abu Sayyaf untuk membebaskan para WNI yang jadi sandera.

Kivlan Zein masuk dalam Akmil atau Akademi Militer setelah lulus SMA pada tahun 1965.

Ia lulus dari Akmil pada tahun 1971.

Perjalanan karier Kivlan terbilang mulus, untuk naik ke brigadir jenderal dari posisi kolonel, dia hanya butuh waktu 18 bulan.

Meski begitu, Karier Kivaln Zein sempat tersendat.

Pangkat mayor sempat disandangnya selama enam tahun dan letnan kolonel baru dia dapatkan setelah tujuh tahun saat dia bertugas di Timor Timur.

Sedangkan pangkat kolonel baru didapatnya pada tahun 1994.

Karier puncak Kivlan Zein, didapatkan sampai jabatan Kepala Staf Kostrad dengan pangkat mayor jenderal dimasa peralihan dari Orde Baru ke Orde Reformasi.

Pendidikan Umum
SD Negeri 43 Medan (1959)
SMP Taman Siswa Medan (1962)
SMA Negeri 2 Medan (1965)
S1 Sospol UT (1995)
S2 Social Development UI (2002)

Pendidikan Militer
Akabri Magelang (1971)
Advance Georgia USA (1982)
Seskoad Bandung (1990)
Lemhanas Jakarta (2000)
Kursus/diklat
Sussar Para Cimahi (1969)
Kursus Bahasa Inggris Bandung (1969)
Sus Dan Kiban Cimahi (1975)
Sus Guru Militer Jakarta (1978)

Riwayat Organisasi
Pelajar Islam Indonesia (PII) Cabang Medan (3 Th)
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Medan (3 Th)
KAHMI Dewan Pakar Presedium Jakarta (10 Th)
LPMI Pusat Jakarta (10 Th)
Yannesa Pusat (8 Th)
Sus Danyon Bandung (1985)
Riwayat jabatan Militer
Danton Akabri darat
Danton KI-B Yon-753 Dam XVII
Danki Secata Dam XVII/Cen
Dan Kiban Yonif-753 Dam XVII
Danki Secaba Dam XVII/Cen
Danki-A Yonif-753 DamXVII/Cen
Pasi UM Dodik XX Dam XVII/Cen
Dan Latsus Dodik XX
Karo Binpers
Danden Banmin Brigif Linud-18
Kasi-2/Ops Brigif Linud-18
Wadan Yonif Brigif Linud-18
Danyonif-303 Brigif-13/Kostrad
Pabadya Binkar Spers Kostrad
Pamen Kostrad (Dik Seskoad)
Pabadya-1/Renev PBN-V Srenad
Dan Brigif-6
Danmen Candra Dimuka Akmil
Kasdivif-1 Kostrad
Dan Kontingen Garuda/Filipina
Kasdam VII/Wirabuana
Pang Divif-2/Kostrad
Kaskostrad
Pati Mabes TNI-AD (Karya)
Koorsahli Kasad

Riwayat jabatan non Militer
Komut PT. Truba (Holding)
Ketum LPMI
Komut PT. Citayam
Ketua Dewan Pembina Yanesa
Komut PT. TME

Tanda jasa yang di anugerahakan kepada Kivlan Zein
Bintang Yudha Dharma Nararya
Bintang Kartika Eka Pakci
Bintang Kartika Eka Pakci
S.L. Kesetiaan VIII Tahun
S.L. Kesetiaan XVI Tahun
S.L. Kesetiaan XXIV Tahun
S.L. Gom IX/Raksaka Dharma
S.L. Santi Dharma
S.L. Seroja
S.L. Dwija Sistha
Filipina Fridentialbath
Okimedal
Outstanding Achievement Medal

Riwayat perjuangan Kivlan Zein
Penegak Kedaulatan NKRI Irian Jaya (1972-1983)
Penegak Kedaulatan NKRI Timor Timur (1985-1988)
Perdamaian Filipina Selatan (1995-1996)
Negosiator Pembebasan Warga Negara Indonesia Dari Penyanderaan Yang Dilakukan oleh Milisi Abu Sayyaf Filipina (2016)

Kasus Eggi Sudjana

Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya menetapkan Eggi Sudjana sebagai tersangka dugaan makar atas seruan people power.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, Eggi Sudjana akan dipanggil untuk dimintai keterangan sebagai tersangka pada Senin (13/5/2019).

Undangan pemanggilan Eggi Sudjana teregister dalam nomor S.Pgl/3781/V/2019/Ditreskrimum.

“Betul (dipanggil) sebagai tersangka,” kata Argo ketika dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (9/5/2019). Adapun Eggi dilaporkan oleh Suryanto, relawan Jokowi-Ma’ruf Center (Pro Jomac).

Laporan itu teregister dengan nomor LP/B/0391/IV/2019/BARESKRIM tanggal 19 April 2019 dengan tuduhan makar. Laporan tersebut telah dilimpahkan ke Polda Metro Jaya.

Eggi Sudjana sendiri telah dimintai keterangan sebagai saksi pada 26 April 2019.

Eggi Sudjana Gugat Penetapan Tersangka oleh Kepolisian Lewat Praperadilan

Mengutip Uri.co.id, anggota tim kuasa hukum Eggi Sudjana, Pitra Romadoni Nasution mendatangi Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk mendaftarkan gugatan praperadilan kliennya pada Jumat (10/5/2019).

Melalui Pitra, Eggi Sudjana menggugat penetapan tersangkanya oleh Polda Metro Jaya pada Kamis (9/5/2019).

Gugatan tersebut terdaftar dengan Nomor: 51/Pid/Pra/2019/PNJKT.SEL.

Pitra enggan mengungkapkan seluruh poin gugatan praperadilan yang dilayangkan kliennya.

Namun, ia mengatakan ada sekira 25 poin gugatan berkaitan dengan hal teknis dalam proses penetapan tersangka atas kliennya.

Tiga di antara poin-poin terebut antara lain alat bukti rekaman video dan perubahan pasal yang disangkakan ke kliennya di tingkat pelaporan ke tingkat penetapan tersangka.

“Yang pertama terhadap pasal 160 tadi tiba-tiba di panggilan polisi berubah pasalnya dan langsung SPDP (Surat Perintah Dimulainya Penyidikan), tidak adanya interview atau wawancara terhadap kami langsung SPDP, dan ditetapkan sebagai tersangka,” kata Pitra.

Selain itu, Pitra juga mempertanyakan video rekaman yang dijadikan alat bukti oleh kepolisian untuk menetapkan kliennya sebagai tersangka.

“Alat bukti yang dipakai itu dari IT. Internet, video seharusnyakan kalau dari video pasal yang disangkakan atau digunakan adalah UU ITE ini kan undang-undang KUHP. Jadi di situ perbedaannya kalau memang kita dapat bukti dari video ya setidaknya pasal yang digunakan adalah UU ITE karena elektronik kan ini KUHP ini makanya ada yang aneh dan janggal,” kata Pitra.

Secara terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono menjelaskan, proses penyidik menetapkan tersangka terhadap Eggi Sudjana.

Dirinya menegaskan unsur-unsur untuk menetapkan Eggi Sudjana sebagai tersangka sudah terpenuhi.

“(Penetapan) tersangka itu sesuai dengan aturan, ada bukti permulaan seperti keterangan saksi, empat keterangan ahli, petunjuk dan barang bukti yang disampaikan seperti video dan pemberitaan-pemberitaan di media online,” ujar Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (9/5/2019).

Argo mengungkapkan sebanyak enam orang saksi sudah diperiksa dalam kasus tersebut. Bukti-bukti berupa video hingga berita-berita di media massa sudah cukup untuk meningkatkan status Eggi Sudjana menjadi tersangka.

“Kemudian penyidik pada hari Rabu melakukan gelar perkara artinya menentukan berkaitan tentang status saksi. Setelah dilakukan gelar perkara, penyidik memaparkan keterangan saksi dan keterangan ahli dan barang bukti, gelar perkara tersebut menyimpulkan bahwa saksi terlapor Eggi Sudjana dinaikkan menjadi tersangka,” jelas Argo.

Pihaknya mempersilakan kepada Eggi Sudjana untuk melakukan langkah hukum jika merasa penetapan tersangka dirinya tidak sesuai prosedur.

“Kalau keberatan ada aturan mekanismenya, silakan,” ujar Argo.

Profil Eggi Sudjana

Dikutip dari wikipedia, Dr Eggi Sudjana SH MSi lahir di Jakarta, Indonesia, 3 Desember 1959.

Eggi Sudjana adalah seorang aktivis Indonesia.

Berikut sosok Eggi Sudjana seperti dikutip dari Uri.co.id

1. Aktivis dan pengacara
Eggi Sudjana

Eggi Sudjana (Danang Triatmojo/Uri.co.id)

Eggi Sudjana merupakan aktivis kelahiran Jakarta, 3 Desember 1959.

Ia merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Jayabaya lantas melanjutkan karier menjadi pengacara.

Karier pengacara Eggi Sudjana semakin moncer setelah berhasil memenangkan pra peradilan Budi Gunawan dalam kasus rekening gendut.

2. Jadi pengacara Rizieq Shihab dan First Travel
Habib Rizieq Shihab dan Eggi Sudjana

Habib Rizieq Shihab dan Eggi Sudjana (Kompas.com/ Uri.co.id)

Eggi Sudjana juga menjadi pengacara Rizieq Shihab dalam kasus chat pornografi pada 2018.

Menurut Eggi Sudjana, kasus yang menimpa Rizieq Shihab dengan Firza Husein bisa dihentikan alias SP3 dari segi hukum.

Selain itu, ia juga pernah menjadi pengacara bos First Travel, Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan terkait kasus penipuan berkedok travel umrah.

Namun, Eggi Sudjana mundur karena kecewa dengan sikap kliennya yang enggan mengungkapkan di mana dana yang dikumpulkan dari jemaah, bahkan kepada Eggi Sudjana selaku pengacaranya sendiri.

3. Pernah mengikuti Pilkada Jawa Barat dan Jawa Timur
Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur, Eggi Sudjana-M Sihat, saat kampanye di Kabupaten Malang, Jumat (16/8/2013).

Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur, Eggi Sudjana-M Sihat, saat kampanye di Kabupaten Malang, Jumat (16/8/2013). (KOMPAS.com/Yatimul Ainun)

Rupanya, Eggi Sudjana telah dua kali mengikuti pemilihan kepala daerah.

Pada 2013, Eggi Sudjana pernah mencalonkan diri sebagai bakal calon gubernur Jawa Barat pada Pemilihan umum Gubernur Jawa Barat 2013.

Sayangnya, usahanya kandas ketika mengikuti verifikasi di KPU Jawa Barat.

Pada 2013, ia kembali mencalonkan kembali dirinya sebagai calon kepala daerah.

Kali ini pada Pemilihan umum Gubernur Jawa Timur 2013 dan lolos sebagai calon gubernur Jawa Timur 2013-2018.

Saat Pilkada Jatim, Eggi Sudjana menggandeng Muhammad Sihat melalui jalur independen alias calon perseorangan.

Lagi-lagi, Eggi Sudjana kalah dan mendapatkan suara terkecil dibanding empat kandidat lainnya, yaitu sebanyak 422.932 alias 2,44 persen.

4. Pernah disebut dalam daftar nama penyandang dana makar

Tuduhan melakukan makar tak hanya sekali menimpa Eggi Sudjana.

Pada 2016, nama Eggi Sudjana masuk dalam bagan daftar donatur kelompok orang yang diduga melakukan makar terkait unjuk rasa 212.

Dalam gambar tersebut, Eggi Sudjana disebut sebagai anggota dari Gerakan Oposisi Nasional (Gonas).

Selain Eggi Sudjana, dalam gambar tersebut juga mencantumkan tokoh seperti Tommy Soeharto, Said Iqbal, Munarman, Rizieq Sihab, Ratna Sarumpaet, Ahmad Dhani, Rachmawati Soekarno Putri.

Juga ada nama Bachtiar Nasir, Muhsin Alatas, Sri Bintang Pamungkas, Eko Suryo, Kivlan Zein, Adityawarman, Budi Sujana, Habiburahman, Baris Silitonga, Dahlia Zein, Rusdi dan Firza Husein.

Tuduhan ini membuat Eggi Sudjana kesal karena merasa nama baiknya tercemar.

5. Inisiasi demo ke KPU dan Bawaslu
Gambar bagan berisi foto sejumlah tokoh yang beredar di media sosial.

Gambar bagan berisi foto sejumlah tokoh yang beredar di media sosial. (Warta Kota/Bintang Pradewo)

Eggi Sudjana juga menjadi inisiator dalam demo yang melibatkan massa dari Gabungan Elemen Rakyat untuk Keadilan dan Kebenaran (GERAK).

Rencananya, demo ini akan digelar di Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bwaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Kamis (9/5/2019) hari ini pukul 13.00 WIB.

Selain Eggi Sudjana, mantan Kepala Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, Mayjen TNI (purn) Kivlan Zen juga menginisiasi demo ini.

“Kami kumpul dulu di Lapangan Banteng jam 13.00 WIB. (Aksi unjuk rasa) digelar bersamaan.”

“Jadi, ada yang (menggelar aksi) di KPU dan Bawaslu,” kata Eggi Sudjana dari Kompas.com, Rabu (8/5/2019).

Tujuan unjuk rasa itu, menuntut penyelenggara pemilu mendiskualifikasi pasangan calon nomor 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Selain itu, juga menuntut KPU dan Bawaslu membongkar tindakan kecurangan pada penghitungan suara pada Pilpres 2019.

“(Tuntutannya) dibongkar kecurangannya, itu yang kami perjuangkan. Kecurangannya itu sudah masif, terstruktur, dan sistematis,” ujarnya.

6. Pernah deklarasikan partai baru

Eggi Sudjana pernah mendeklarasikan partai baru yaitu Partai Pemersatu Bangsa (PPB) pada 2015.

Dalam partai itu, Eggi Sudjana menjadi ketua.

Partai ini didirikan pada 18 Juli 2001.

Sayangnya, PBB tidak lolos verifikasi sehingga tidak dapat menjadi peserta pemilihan umum legislatif 2004, 2009, 2014 maupun 2019. (*) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!