BREAKING NEWS: Perdana, Unwira Kupang Gelar Buka Puasa Bersama

oleh

Perdana, Universitas Katolik Widya Mandira Kupang gelar buka puasa bersama

Uri.co.id | KUPANG – Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang menggelar buka puasa bersama keluarga besar Unwira di Aula A-300 Kampus Utama Unwira Merdeka, Selasa (21/5/2019).

Buka puasa bersama ini merupakan buka puasa perdana yang dilakukan oleh pihak kampus dan dihadiri oleh para mahasiswa beragama muslim dan non muslim di Unwira Kupang.

Kegiatan ini mengangkat tema ‘Semangat Kebersamaan dalam Bingkai Ukhuwah Insaniyah wa Wathania’.

Hadir pula Ketua Dewan Masjid Indonesia Kota Kupang, Ustad Mokhsen Thalib, koordinator Campus Ministry Unwira, P. John Salu, MA, Ketua Senat Unwira, Emanuel Kosat, BEM Poltekkes Kemenkes Kupang, BEM Universitas Muhamadiyah Kupang, Organisasi Cipayung, Yayasan Ibadurrahman FKUB NTT dan mahasiswa Pascasarjana Unwira serta para dosen Unwira.

Penampilan grup band Nasyid Zutto yang membawakan lagu-lagu religi islam semakin membuat suasana penuh keakraban dan kekeluargaan.

Suara merdu sang vokalis, Hawa Burhan sangat menghibur para peserta kegiatan tersebut. Banyak diantara peserta yang mengabadikan momen berharga tersebut menggunakan kamera ponselnya dan berswafoto.

Dalam sambutannya, Rektor Unwira Kupang, P. Dr. Philipus Tule, SVD mengatakan, acara buka puasa bersama merupakan acara perdana yang dilakukan pihak kampus.

Dirinya sangat bersyukur karena dapat berkumpul bersama para mahasiswa muslim di Unwira dan para tamu undangan.

Menurutnya, momen buka puasa ini tak sekedar sebagai kegiatan makan-minum bersama. Namun, dapat dipandang sebagai salah satu bentuk kegiatan ibadah dan persekutuan sosial yang mengukuhkan ukhuwah Ubudiyah wa Innsaniyah, yang dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan.

Dijelaskannya, kegiatan tersebut kiranya bermanfaat lebih jauh dan mengungkapkan apresiasi akan eksistensi sebanyak 173 mahasiswa muslim di Unwira dan memperkuat persaudaraan sosial dan kebangsaan kita (ukhuwah Insaniyah dan wataniyah).

Selain itu, Rektor Unwira juga berpesan agar menjaga kondusifitas secara bersama pasca pengumuman hasil pemilu 2019 oleh KPU RI di Jakarta.

“Hari ini kita telah mendengar pengumuman hasil Pemilu oleh KPU, maka masa Ramadhan dan Berbuka Puasa Bersama ini menjadi momen penting yang menentramkan dan menyejukkan batin kita semua untuk menerima hasil PEMILU dengan penuh ketabahan dan tawakal,” imbuhnya.

Pihaknya juga mengungkapkan terima kasih atas inisiatif panitia pelaksana yakni Ketua Perhimpunan Mahasiswa muslim UNWIRA bersama Koordinator Campus Ministry dan Warek ll yang telah merancang kegiatan tersebut.

“Saya berterima kasih kepada bapa dan ibu (tokoh agama, pemerintah dan organisasi social dan keagamaan serta kemahasiswaan
yang sudi memenuhi undangan kami. Saya pun memohon maaf atas segala kekurangan dan keterlambatan dalam penyelenggaraannya,” paparnya.

Di akhir sambutannya, Rektor Unwira Kupang juga mengucapkan selamat menjalani bulan puasa, bulan penuh berkah bagi umat islam.

“Selamat Berbuka Puasa dan Selamat menjalani ibadah puasa hingga mencapai puncaknya: Idul Fitri al-Murabarak. Karena seperti ditandaskan dalam hadis Nabi (H.R.Muslim) dan Imam Izzuddin bin Abdissalam dalam kitabnya Maqasidus Shaum bahwa salah satu fadilah (keutamaan) puasa adalah sebagai pelebur kesalahan-kesalahan atau takfiirul khathiiaat. Dari Abu Hurairahr.a.,
bahwasannya Rasulullah SAW bersabda, ‘Salat lima waktu, salat Jumat ke Jumat (berikutnya) serta Ramadan ke Ramadan (berikutya) pelebur dosa-dosa di antara mereka selama menjauhi dosa-dosa besar.'(H.R. Muslim),” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Masjid Indonesia Kota Kupang, Ustad Mokhsen Thalib kepada Uri.co.id mengaku, sangat senang mengikuti kegiatan tersebut.

Menurutnya, kegiatan yang dilakukan oleh Unwira Kupang merupakan kegiatan yang sangat luar biasa dan dirinya sangat bangga dapat berpartisipasi dalam kegiatan itu.

“Ini sangat luar biasa dan saya sangat bangga, karena kita tahu bahwa Unwira Kupang adalah universitas atau institusi yang bernuansa Katolik. Tapi dia sangat memberikan suasana kebersamaan yang luar biasa yang menunjukkan bahwa Unwira Kupang ini merupakan universitas yang sangat inklusif bukan sebuah universitas yang eksklusif dan tentunya Harus menjadi kebanggaan kita di NTT,” tegasnya.

Menurut Ustad Mokhsen, Provinsi NTT merupakan satu provinsi yang penuh dengan keberagaman. Keberagaman ini hendaknya harus menjadi kekayaan bersama yang perlu dirawat dan dijaga secara kolektif.

“Jadi keberagaman itu harus menjadi kekayaan kita dan NTT. Sehingga keberagaman ini harus kita maknai sebagai pemberian dari Tuhan kepada kita dan kita harus tunjukkan yang terbaik,” paparnya.

Ketua panitia kegiatan yang juga koordinator Campus Ministry Unwira, P. John Salu, MA dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Dijelaskannya, dasar dari buka puasa saat itu adalah kita semua adalah unsur ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, Tuhan yang menciptakan kepelbagaian.

“Dialog dalam masyarakat berbeda kaum, agama dam budaya akan mempertemukan aneka sudut pandangan yang akan menghasilkan nilai-nilai kebaikan. Budaya hidup bersama berpangkal dari sikap positif terhadap kepelbagaian. Kepelbagaian adalah kekayaan dan keindahan,” katanya. (Laporan Reporter Uri.co.id, Gecio Viana) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!