8 Unit Lampu Jalan di Seputaran Bundaran PU Tak Menyala

oleh

Uri.co.id | KUPANG – Delapan unit Lampu Jalan di Seputaran Bundaran PU Patung Tirosa Kota Kupang tak menyala. Hal itu diketahui Uri.co.id, Senin (3/6/2019) malam ketika memantau di lokasi tersebut.

Dari arah jembatan Liliba menuju taman, terdapat lima lampu di sisi kiri 3 dan kanan 2, tak menyala. Menyebabkan lokasi di sekitar jembatan tampak gelap.

“Kalau sekarang masih banyak kendaraan masih sedikit terang ada cahaya kendaraan. Tapi kalau tengah malam sangat gelap,” ungkap salah seorang tukang ojek kepada Uri.co.id.

Sedangkan dari arah Pulo Indah, tiga lampu ada di sisi kiri tak menyala. “Setau saya sudah lama tak menyala. Yah kami sih yang bekerja sampai tengah malam terganggu dan bukan cuma kami, pejalan kaki juga pasti terganggu,” ungkap tukang ojek yang lain.

Selain lampu jalan, sejumlah warga yang sering melintas di Bundaran PU juga mengeluhkan lampu taman yang beberapa minggu ini tidak menyala. Salah seorang warga yang tak mau disebutkan namanya, mengatakan sejauh pengamantannya, hampir sebulan lampu taman tidak menyala.

“Kebetulan saya kerja di toko, kalau mau pulang pasti tunggu ojek di dekat taman. Yah gelap. Kita juga jadi was-was. Dengar-dengar PLN cabut aliran listrik. Yah untunglah hari ini nyala kembali. Tapi itu lampu jalan masih padam, untuk penerangan sekitar di sini kalau hanya andalkan lampu taman tentu tidak cukup” ungkapnya.

Pantauan Uri.co.id, sejumlah lampu taman sekitar taman Patung Tirosa kini kembali menyala. Namun suasana tidak cukup terang karena 8 unit lampu jalan di seputaran Bundaran PU tidak menyala.

Dikonfirmasi Uri.co.id, General Manajer PT. PLN ULP Kupang, Margi Setiyono, selaku Manajer PLN ULP Kupang, membenarkan bahwa pihaknya memutus aliran listrik ke Bundaran Taman Tirosa, khusus untuk lampu taman.

Ha itu dilakukan oleh PLN lantaran Pemerintah Kota Kupang telat membayar tagihan listrik. Margi menuturkan, pemutusan aliran listrik ke Bundaran Tirosa dilakukan oleh pihaknya pada 21 Mei 2019. “Yah sudah sebulan tunggak, jadi kami putus aliran listrik ke Bundaran Tirosa. Info dari mereka, katanya belum ada dana untuk membayar. Baru hari ini mereka melunasi tunggakan tapi kami sudah ganti ke prabayar” ungkapnya.

Ia menjelaskan batas pembayaran tagihan tanggal 20 Mei 2019 dan pihak PLN sudah mengkomunikasikan soal tagihan ke Pemkot Kupang, namun tidak mendapat respon positif.

“Intinya kami sudah dikomunikasikan, tidak ada respon positif. Tapi sekarang kami sudah migrasikan meterannya ke prabayar. Jadi kalau ada keluhan lampu tidak nyala, bisa dicek pulsanya mungkin pihak Pemkot belum mengisi pulsa,” tegasnya.

Ia menjelaskan, sejumlah dinas di lingkup Pemkot Kupang juga seringkali menunggak pembayaran listrik. “Yah Ada sejumlah instansi yang sering terlambat bayar, setelah petugas datang menagih baru dibayar,” ungkapnya.

Terkait lampu jalan, Margi menegaskan pihaknya tidak mencabut aliran listrik. Ia mengusulkan soal lampu jalan sebaiknya berkoordinasi dengan pihak Pemkot.

Menanggapi soal Taman Tirosa, ketua Komisi III DPRD Kota Kupang Merry Salouw, menyebut Pemkot Kupang sesungguhnya belum siap mengoperasikan taman Tirosa tersebut.

“Ini sekedar bangun tanpa persiapan yang matang. Lalu bagaiamana penyerahan tanggung jawab, operasi dan pemeliharaannya. Itulah kebiasaan Pemkot Kupang ,” keluhnya.

Merry bahkan menyebut sebaiknya lupakan dulu urusan taman. Menurutnya, seharusnya Pemkot fokus dulu ke kebutuhan air minum karena merupakan kebutuhan vital yang sangat didambakan oleh masyarakat Kota Kupang.

“Soal air itu sudah djjanjikan sejak kampanye oleh paket FirmanMu. Itu yang sangat didambakan masyarakat. Masyarakat butuh ketersediaan air bersih,” tegasnya. (Laporan Reporter Uri.co.id, Laus Markus Goti) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!