Fans yang Masuk ke Lapangan Terkapar Dipukul Hakim Garis, Warga Net Bilang Rasakan!

Fans yang Masuk ke Lapangan Terkapar Dipukul Hakim Garis, Warga Net Bilang Rasakan!

Uri.co.id, BRASILIA — Seorang hakim garis sebuah pertandingan sepak bola dilaporkan memukul fans yang masuk ke lapangan dan mengkritik cara dia memimpin.

Insiden itu terjadi dalam sebuah pertandingan di Brasil antara Sport Club Bauru yang mengandaskan rivalnya Atletico Itumbiara 4-2 dalam babak ketiga piala amatir pekan lalu.

Fans yang merupakan fans Itumbiara itu seperti dilaporkan media setempat melontarkan makian kepada hakim garis yang berada di depannya, dan melemparkan sesuatu.

Diwartakan Daily Mirror Selasa (4/6/2019), fans yang tak diketahui identitasnya itu kemudian meloncat dari pagar pada menit 82 dan menghampiri si hakim garis.

Keduanya kemudian beradu argumen di mana si fans sempat mendorong dada hakim garis yang tak terima dan langsung melayangkan pukulan ke rahangnya.

Pukulan itu tak pelak membuat si fans terkapar. Teman-teman si fans langsung menyerbu lapangan dan berusaha menyerang hakim garis itu sehingga memaksa pemain turun tangan.

Sejumlah pemain mengerumuni si hakim garis untuk melindunginya. Kemudian ada juga pemain yang menghampiri si fans karena dia masih tidak bergerak setelah dipukul. Dibutuhkan waktu hingga 30 menit bagi wasit sebelum laga bisa kembali dilanjutkan.

Adapun si fans yang dipukul siuman dan meninggalkan stadion sendiri. Insiden itu malah membuatnya mendapat cibiran dari netizen.

“Rasakan,” ujar warganet bernama Evandro Jose Almeida. ” Hakim garis itu terlalu sabar,” lanjut Ronaldo Coelho.

Presiden asosiasi wasit lokal Samuel Rosa kepada O Popular mengatakan suporter tak bertanggung jawab itu “melemparkan gelas” dan mengutuk hakim garis tersebut.

Rosa mengklaim hakim garis itu bakal melapor kepada polisi atas insiden yang dialaminya.*

Uri.co.id: ” target=”_blank”> ()

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More