Ini jadi Pemicu Arek Suroboyo Persebaya Terpuruk

Uri.co.id –– Persebaya Surabaya mendapat hasil kurang baik pada awal kompetisi Liga 1 2019.

Dari tiga pertandingan yang sudah dilakoni, Persebaya Surabayasama sekali belum meraih kemenangan.

Atas hasil tersebut, manajemen Persebaya Surabaya justru lebih fokus pada evaluasi pelatih bukan pemain.

Menurut laman resmi Persebaya Surabaya pada Senin, (3/5/2019) skuat Bajul Ijo dianggap sudah baik.

Terbukti, pemain Persebaya Surabaya merupakan klub yang banyak dipanggil Timnas Indonesia.

Tercatat, ada tujuh pemain yang berkesempatan membela Timnas Indonesia, baik senior maupun usia di bawah 23 tahun.

Sehingga, tidak perlu diragukan kualitas tujuh pemain tersebut.

Hal itulah yang membuat

Dilansir oleh laman resmi Persebaya Surabaya pada Senin, (3/5/2019) mereka resmi mendepak pelatih fisik, Rudy Eka Priambada.

”Kami ucapkan terima kasih kepada Coach Rudy. Dinamika di tim Persebaya membutuhkan adanya struktur yang lebih streamline.Untuk adanya komunikasi dan bench management yang lebih baik,” kata Manajer Persebaya Candra Wahyudi Senin (3/6/2019).

Kendati demikian, Djadjang Nurdjaman juga tak luput dari evaluasi.

Hal itu juga terjadi pada asisten pelatih Bejo Sugiantoro serta pelatih kiper Hadi.

Kini, Persebaya Surabaya tengah mencari sosok pengganti Rudy Eka Priambada.

Rudy Eka Priambada (dua dari kanan) dilepas dari posisinya sebagai pelatih fisik Persebaya oleh manajemen. (Dok.Persebaya)
Nasib Djadjang Nurdjaman di Persebaya Surabaya Sempat Terancam:

Persebaya Surabaya harus rela bermain imbang dengan tim tamu PSIS Semarang pada pekan ketiga Liga 1 2019 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Kamis (19/5/2019).

Hasil tersebut memperpanjang deretan hasil buruk Persebaya Surabaya di awal kompetisi Liga 1 2019.

Tak pelak, nasib pelatih Persebaya Surabaya, Djadjang Nurdjamanterancam.

Manajer Persebaya Surabaya, Candra Wahyudi mengaku kecewa dan akan segera menhambaik keputusan tim pelatih.

Persebaya Surabaya lebih getol mengevaluasi para pelatih.

Bahkan, kepala pelatih Persebaya Surabaya, Djadjang Nurdjamansempat dikabarkan akan dilepas.

”Manajemen sangat kecewa dengan hasil seri di dua home ini. Kebobolan dua kali karena kelengahan.”

“Tim ini seharusnya lebih baik dari saat ini. Kami akan evaluasi tim pelatih dan akan membuat keputusan secepatnya demi sesegera mungkin mengembalikan performa Persebaya yang semestinya,” ungkap Candra Wahyudi dikutip dari laman resmi klub, Jumat (31/5/2019).

Candra Wahyudi mengaku kecewa dengan gol yang berhasil diciptakan PSIS Semarang lewat Septian David Maulana.

Diketahui, Persebaya Surabaya awalnya berhasil unggul atas PSIS Semarang lewat sepakan Osvaldo Haay.

Namun, sempat bermain dengan sepuluh pemain saja akibat cederanya Novan Setyo Sasongko, lantas PSIS Semarang berhasil membalas gol.

Tim pelatih dianggap terlambat memasukkan pengganti Novan Setya Sasongko, yakni Abu Rizal.

Rupanya, peringatan pada tim pelatih sudah ditunjukkan setelah laga melawan Kalteng Putra.

Persebaya Surabaya juga hanya bermain imbang melawan tim promosi tersebut.

”Itu menunjukkan ada yang tidak pas di tim kepelatihan. Sebenarnya setelah laga melawan Kalteng Putra sudah kami beri lampu kuning, kini akan ada keputusan tegas,” jelasnya.

Kesalahan yang dilakukan tak segan diungkapkan oleh Djadjang Nurdjaman.

Pelatih yang akrab disapa Djanur itu mengakui, dirinya terlambat memasukan pemain.

“Memang kami kemasukan gol karena satu pemain kami cedera, belum melakukan penggantian, koordinasi kurang cepat sehingga kami agak terlambat menggantinya,” kata Djanur seperti. (*) ()

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More