TNI dan Polisi di Bajawa Siaga Saat Sholat Ied di Kota Bajawa

TNI dan Polisi di Bajawa Siaga Saat Sholat Ied di Kota Bajawa

Uri.co.id | BAJAWA — Aparat keamanan Polri dari Polres Ngadan dan TNI dari Kodim 1625/Ngada di Bajawa Kabupaten bersinergi melakukan pengawalan dan pengamanan saat Sholat Ied di Masjid Agung Al-Ghuraba Bajawa, Rabu (5/6/2019) pagi.

Mereka tampak bersiaga didepan Masjid dan disamping Masjid yang terletak di Jalan Imam Bonjol Kelurahan Kisanata Kecamatan Bajawa Kabupaten Ngada.

Tak hanya pihak dari Polri dan TNI dihalaman Masjid juga tampak beberapa anak muda. Mereka merupakan Orang Muda Katolik (OMK) Paroki St. Yosef Bajawa dan OMK Paroki MBC Bajawa serta Pemuda GMIT Ebenhaezer Bajawa.

Ketua OMK Paroki St. Joseph Bajawa, Rikardus Gelu, kepada Uri.co.id, menjelaskan,
pengamanan malam takbiran serta Idul Fitri oleh OMK St. Yosef Bajawa sebagai bentuk sikap toleransi terhadap umat agama lain.

Pria yang akrab disapa Rico ini mengaku kehadiran mereka dihalaman Masjid Agung Al-Ghuraba bentuk ungkapan kebersaman yang sudah menjadi cita-cita luhur dari bangsa Indonesia.

“Saya sangat bangga karena umat Muslim menyambut kami dengan hangat. Pengamanan ini merupakan wujud dari pemuda pelopor dan penjaga keamanan lingkungan yang dicetus oleh pemda lewat Dinas Pemuda dan Olahraga,” ujarnya.

Ia mengaku sikap toleransi itu sudah sejak dahulu kala. Tidak ada yang membeda-bedakan. Jika ada hajatan atau kegiatan umat Katolik, Remaja Masjid dan Pemuda Gmit ikut ambil bagian.

Ini sudah menjadi tradisi di Kabupaten Ngada khususnya di Kota Bajawa. Rasa persaudaraan dan kekeluargaan sangat dirasakan di Kota Bajawa.

OMK, Pemuda Gereja dan Remaja Masjid (Remas) saling berbaur untuk menyukseskan berbagai kegiatan baik itu kegiatan keagamaan maupun kegiatan sosial lainnya.

“Pengamanan ini sudah berlangsung dari Paskah tahun lalu dimana teman-teman dari Remaja Masjid dan Pemuda GMIT turut menjaga keamanan selama Paskah dan moment ini akan berlangsung sampai dengan Natal 2019. Saya merasa sangat berkesan karena begitu indah jika toleransi dijaga ditengah mayoritas umat Katolik,” ungkapnya.

Ia mengatakan kebersamaan yang sudah terjalin tidak boleh hilang. Silaturahmi tetap ditingkatkan dan terus menjaga kebersamaan antara umat beragama. Saling menghormati dan menghargai itu menjadi hal yang paling penting.

“Tidak berarti beda keyakinan menjadi pemisah bagi kita melainkan nilai kemanusiaan sebagai umat beragama yang diambil sebagai perwujudan dari rasa cinta terhadap daerah dan negara kita,” ujarnya.(Laporan Reporter Uri.co.id, Gordi Donofan) ()

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More