Polres TTS Segera Layangkan Surat Panggilan Kedua Untuk Kepala Gudang Bulog Soe

Polres TTS Segera Layangkan Surat Panggilan Kedua Untuk Kepala Gudang Bulog Soe

Uri.co.id|SOE — Penyidik Polres TTS sudah melayangkan surat panggilan pertama untuk kepala gudang Bulog Kota Soe yang saat ini sudah menyandang status tersangka, Erik Ndaumanu namun berhalangan hadir dengan alasan sakit.

Oleh sebab itu, usai perayaan Idul Fitri, penyidik akan melayangkan surat panggilan kedua untuk tersangka guna diperiksa dalam status sebagai tersangka.

Hal ini diungkapkan Kasat Reskrim Polres TTS, Iptu Jamari, SH., MH saat dikonfirmasi pos Kupang, Rabu (5/6/2019) di seputaran Kota Soe. Jamari mengatakan, tersangka berhalangan hadir saat panggilan pertama dengan alasan sakit.

Oleh sebab itu, penyidik akan segera melayangkan surat panggilan kedua untuk melakukan pemeriksaan terhadap tersangka. 

” Sudah kita panggil tersangka tetapi belum bisa memenuhi panggilan kita karena alasan sakit. Kita akan segera kirim surat panggilan pemeriksaan untuk kedua kalinya,” ungkapnya.

Ketika ditanyakan apakah tersangka akan ditahan atau tidak, Jamari masih belum bisa memberikan kepastian. Dirinya hanya memberikan kepastian jika kasus tersebut tetap jalan.

Saat ini penyidik sedang melengkapi berkas kasus tersebut. Penyidik juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap saksi ahli dari Bulog wilayah Provinsi NTT guna mengetahui mekanisme penyaluran beras Bulog.

” Untuk tahan atau tidak nanti ada pertimbangan dari penyidik. Saat ini kita fokus untuk segera merampungkan berkas kasus ini,” ujar Jamari.

Terpisah, anggota DPRD kabupaten TTS dari fraksi Nasdem, Hendrikus Babys meminta Polres TTS segera menuntaskan kasus dugaan penyelewengan beras Bulog oleh oknum pegawai gudang Bulog Kota Soe.

Hal ini dimaksudkan untuk memberikan efek jerah kepada oknum-oknum nakal di gudang Bulog Kota Soe sekaligus menegakan hukum di Kabupaten TTS. Ia juga meminta agar tidak ada intervensi dari pihak mana pun sehingga penuntasan kasus tersebut bisa berjalan cepat.

” Kita minta segera tuntaskan kasus ini karena ini menyangkut beras untuk masyarakat kecil. Kasihan apa yang menjadi hak masyarakat kecil masih juga diselewengkan. Kita minta penyidik Polres TTS harus segera tuntaskan kasus ini jangan didiamkan,” pinta Hendrikus.

Diberitakan pos Uri.co.id sebelumnya, jajaran Polres TTS berhasil mengamankan 1,9 ton beras Bulog dari kediaman, Alfred Liunesi warga RT 32/RW 14, Dusun Oenunu, Desa Kesetnana, Kecamatan Mollo Selatan, Jumat (12/4/2019) pagi.

Beras dalam kemasan karung 50 Kg tersebut langsung diangkut dengan menggunakan mobil Patroli polisi guna diamankan ke Mapolres TTS. Selain beras, Alfred Liunesi juga digelandang ke Mapolres TTS guna diamankan dan dilakukan pemeriksaan secara intensif. (Laporan Reporter Uri.co.id, Dion Kota) ()

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More